Sabtu, 09 April 2011

International Workshop Agreement 2 (IWA 2)

IWA adalah dokumen ISO yang dihasilkan melalui rapat workshop dan tidak melalui proses panitia teknis. Setiap pihak yang berkepentingan dapat mengusulkan IWA dan dapat berpartisipasi dalam mengembangkannya. Sebuah badan anggota ISO akan ditugaskan untuk mengatur dan menjalankan pertemuan lokakarya menhasilkan IWA. Pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya secara langsung berpartisipasi dalam IWA dan tidak harus melalui sebuah delegasi nasional. Sebuah IWA dapat dihasilkan pada subjek apapun.


IWA 2: 2007
IWA 2:2007 adalah panduan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 bagi institusi pendidikan. IWA adalah singkatan dari International Workshop Agreement. Panduan ini dipublikasikan oleh ISO (the International Organization for Standarization) serta disusun melalui mekanisme workshop, dan bukan melalui proses komite. International Workshop Agreements disetujui melalui konsensus diantara para partisipan.Panduan ini ditinjau setiap 3 tahun untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar sistem manajemen mutu yang berlaku. Berdasarkan hasil dari tinjauan maka diputuskan apakah panduan ini akan direvisi atau ditarik. International Workshop Agreement edisi pertama (IWA 2:2003) diterbitkan pada tahun 2003 dan di setujui pada workshop yang diadakan di Acapulco, Mexico, pada bulan Oktober 2002.. Edisi kedua yaitu IWA 2:2007 disetujui pada workshop yang diadakan di Busan, Korea pada bulan November 2006. Edisi yang kedua ini membatalkan dan menggantikan edisi pertama (IWA 2:2003). Edisi kedua dari IWA 2 ini disusun oleh para peserta workshop yang terdiri dari 47 ahli dibidang pendidikan dan penjaminan mutu diantaranya guru, dosen, auditor, konsultan mutu, dan professor. Hal ini memastikan IWA 2 dapat menjadi panduan yang cukup membumi bagi para praktisi pendidikan dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah IWA 2 adalah sebagai panduan atau pelengkap persyaratan ISO 9001:2000. Jadi tidak boleh sebagai pengganti ISO 9001:2000 dan tidak dapat dijadikan acuan kontrak dalam peninjauan conformity maupun untuk keperluan sertifikasi. 

Prinsip Manajemen Mutu IWA 2:2007
ISO 9001:2008 memiliki 8 (delapan) prinsip manajemen yang menjiwai dan sebagai panduan bagi manajemen dalam menerapkan standar internasional ini yaitu: Customer Focus, Leadership, Involvement of people, Process approach, System approach to management, Continual improvement, Factual approach to decision making, Mutually beneficial supplier relationships. Pada bagian introduction dari IWA 2:2007, dinyatakan bahwa ada penambahan prinsip manajemen dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 pada institusi pendidikan. Penambahan prinsip ini yang akan dibahas secara singkat dalam tulisan ini.Prinsip tambahan pertama adalah menciptakan nilai bagi mahasiswa/siswa (creating learner value). Prinsip ini dimaksudkan untuk mendorong mahasiswa/siswa untuk merasa puas dengan nilai atau benefit yang mereka terima. Kepuasan ini diukur untuk menentukan sampai berapa jauh kebutuhan dan harapan dari mahasiswa/siswa telah terpenuhi. Pengukuran ini sebaiknya dilakukan secara teratur atau periodik untuk menghasilkan trend data yang akan lebih berguna dibandingkan dengan pengukuran yang dilakukan hanya satu kali. Hasil dari pengukuran akan digunakan untuk meninjau proses serta layanan yang menciptakan nilai bagi mahasiswa/siswa. Prinsip tambahan kedua adalah fokus kepada nilai sosial (focusing on social value). Prinsip ini terkait dengan bagaimana mahasiswa/siswa dan pihak-pihak terkait lainnya merasakan tentang etika, keselamatan dan perlindungan lingkungan. Hal ini bertolak dari pemikiran bahwa organisasi pendidikan dapat memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan ketika masyarakat secara umum dapat menghargai nilai tambah dari mahasiswa/siswa. Prinsip tambahan ketiga adalah agility. Hal ini sangatlah penting untuk mempertahankan pertumbuhan di dalam lingkungan pendidikan yang berubah secara drastic, dan mengubah kondisi yang terus berubah ini menjadi suatu kesempatan untuk keberhasilan yang berkelanjutan dalam organisasi pendidikan. Prinsip yang terakhir adalah otonomi. Prinsip otonomi ini didasarkan pada analisa lingkungan dan analisa diri. Setiap organisasi pendidikan harus memutuskan sendiri tentang nilai-nilai dan melakukan langkah-langkah yang sesuai, dan tidak dipengaruhi hal-hal lain agar tidak bias.

Sumber:  IWA 2: Quality management system-Guidelines for the application of ISO 9001:2000 in education.

1 komentar:

  1. Bolehkan saya minta (free) International Workshop Agreement 2 (IWA 2) Standards kalo bisa yang langsung terjemahan bahasa indonesia filetype:PDF
    kalo bisa kirim via email mln.yusuf88@gmail.com

    BalasHapus